Ini Solusi Untuk Menghemat Biaya Server

Di era globalisasi seperti saat ini semua aktivitas didukung oleh teknologi yang serba canggih. Semua dapat diakses secara terkomputerisasi, sehingga saat ini jurusan Ilmu Komputer sedang menjadi “Primadona”. Peluang kerja untuk lulusan ilmu komputer pun sangat banyak karena setiap perusahaan pasti membutuhkannya. Namun tak jarang juga lulusan dari ilmu komputer ini lebih memilih untuk menciptakan startup dan menjadi freelance developer.

Dalam proses mendevelop sebuah website atau aplikasi, seorang developer perlu menganalisa dan menggali terlebih dahulu produk yang ingin dihasilkan. Setelah developer sudah mendapatkan datanya maka mereka akan melanjutkan membangun produk tersebut. Setelah terbangun maka developer akan menguji apa yang telah dibangun tersebut produknya apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan? Lalu mereka akan mengujinya produknya apakah sudah sesuai seperti yang diinginkan. Selanjutnya maka akan di rilis lah produk yang di bangun hingga akhirnya produk tersebut beroperasi.

apple-camera-desk-office

Beberapa alasan kenapa para lulusan ilmu komputer ini memilih menjadi freelance developer diantaranya karena menurut mereka perkerjaan ini adalah pekerjaan yang fleksibel. Mereka bisa bekerja dimana saja selama terhubung ke Internet. Biasanya programmer freelance menjadikan rumah sebagai kantor. Dibalik kenyamanan kerja di rumah dan bisa bangun tidur suka-suka. Tantangan terbesar programmer freelance adalah pendapatan yang tidak pasti. terkadang mereka bisa dapat banyak project, terkadang juga project yang mereka kerjakan hanyalah beberapa

server vps devops

Dengan kondisi yang tidak pasti para developer selalu mengatur pengeluaran mereka dengan teliti. Seperti pengeluaran untuk mendukung kelangsungan website mereka. Mereka akan mencari dan memilih sesuai dengan yang mereka butuhkan. Salah satunya biaya untuk server hosting hosting mereka. Biaya ini merupakan komponen yang pasti mereka keluarkan. Sayangnya banyak penyedia hosting yang menerapkan sistem harga flat rate selama masa aktif berlangganan, padahal belum tentu resource digunakan seluruhnya selama masa aktif tersebut. Akhirnya biaya ini menjadi fixed cost bagi developer. Dan bisa jadi menjadi beban tersendiri karena harus mengeluarkan biaya yang besar padahal mereka hanya menggunakan resource maksimal di saat-saat tertentu saja, misal saat produk siap launching. Berikut solusi untuk para developer yang menginginkan fleksibilitas biaya sesuai dengan besar pemakaian resourcenya. VPS DEVOPS layanan terbaru di BEON.CO.ID dimana Anda dapat menentukan kebutuhan spesifikasi server Anda kapan saja sesuai dengan tahapan develop Anda. Biayanya pun sesuai dengan spesifikasi yang Anda setup saat itu. Jauh lebih hemat bukan?

Hanya dengan biaya 59rb per bulan, Anda sudah bisa menyewa 1 VPS. Sistem billing VPS DEVOPS ini menggunakan sistem PTS dimana Anda bisa menambahkan saldo PTS Anda kapanpun. Saldo PTS ini akan dipotong harian, dengan jumlah yang menyesuaikan spesifikasi server yang anda gunakan saat itu. Dengan sistem billing yang fleksibel seperti ini, tentunya Anda akan sangat terbantu di sisi budget bukan? Cari tahu lebih dalam tentang Vps Devops, klik di halaman vps devops

Share:

Written by

The author didnt add any Information to his profile yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *