Coba Genjot Pendapatan Signifikan, Begini Cara Citilink

Secara profil, sejatinya Citilink punya reputasi yang sangat baik di Indonesia, bersama Lion Air dan Air Asia (dan tanpa mengecilkan Sriwijaya Air dan maskapai lainnya), ketiganya secara subjektif bisa jadi opsi terbaik buat para penikmat jasa penerbangan murah. Atau sederhananya, Low Cost Carrier.

Meskipun disebut Low Cost Carrier tapi ternyata pada tahun ini, mereka punya target yang tak main-main. Karena pada tahun 2018 ini mereka memiliki checkpoint penjualan hingga Rp 10 miliar per bulannya. Hal ini tentu saja bertambah sangat signifikan, bahkan kalau dihitung kasar bisa mencapai 4-5 kali lipat. Dimana sebelum deklarasi tersebut, mereka ‘hanya’ mampu menghasilkan 1-2 miliar per-bulannya pada 2017.

Dikutip dari Okezone, Vice President Cargo dan Ancillary Citilink Benny Rustanto mengatakan bahwa yang disebut sebagai Ancillary Revenue adalah tulang punggung dari penjualan (dan mungkin juga kehidupan dari maskapai).

Bagaimana cara Citilink mengeksekusi hal tersebut?

Menurut dari yang dituliskan oleh Okezone, setidaknya satu penetrasi utama yang dilakukan lewat apa yang disampaikan oleh Benny Rustanto, yakni memperkenalkan Store milik mereka. “Citilink Indonesia ingin memperkenalkan Citilink Store yang memudahkan para penumpangnya, Citilink, Aerofood ACS, dan perusahaan e-commerce terkemuka JD.ID”

Citilink

Citilink Store Pic: Okezone

Apa itu Citilink Store?

Citilink Store merupakan semacam ‘toko’ yang diadakan demi mengakomodasi keinginan belanja para konsumennya. Dan diharapkan konsumennya ini bisa mendapatkan kemudahan lantaran hal tersebut bisa dilakukan dengan online.  Yang membedakan adalah bahwa pembelian dan belanja tersebut cukup fleksibel karena bisa dilakukan sebelum, sedang, maupun setelah perjalanan.

Dari langkah yang dilakukan kemudian didapatkan beberapa sub-poin yang meliputi kegunaan dan manfaat dari Store, utamanya antara lain:

  • Memberikan harga terbaik
  • Jaminan kualitas
  • Pengantaran untuk pembelian merchandise

Lantas dengan segara kemudahan yang ditawarkan, bagaimana cara melakukan itu semua jika ternyata di perjalanan ada konsumen dan pelanggan yang menginginkan untuk membeli merchandise tersebut secara online?

Lewat wawancara terhadap Benny disebutkan pula bahwa toko tersebut akan dibarengi dengan infrastruktur yang juga dikembangkan oleh sang maskapai. Beberapa yang paling krusial antara lain adalah infrastruktur internet yang bisa diakses di dalam pesawat. Hal tersebut dilakukan untuk mengakomodasi para penumpang yang hendak membeli item secara online dimana pembelian juga bisa dilakukan di laman www.citilink.co.id, ataupun JD.id.

Di sisi lain, lewat kutipan interview oleh Suara Merdeka terhadap Demmy Indranugroho selaku head marketing dari JD.id mengatakan bahwa kerjasama dengan maskapai anak perusahaan Garuda tersebut adalah kelanjutan dari kerjasama yang sebelumnya sudah terjalin semenjak tengah tahun 2017 yang lalu.

Melalui laman JD.ID disebutkan bahwa sudah ada beberapa merchandise yang telah resmi di jual dan jumlahnya sendiri terhitung cukup banyak, antara lain gadget, parfum, koleksi jam tangan, dan pakaian hingga mainan anak.

Share:

Written by

The author didnt add any Information to his profile yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *