Begini Secara Singkat Beda Teknis dari Cloud Hosting dan Traditional Hosting

Bagi Anda yang mungkin terkesan awam dengan keberadaan hosting dan semacamnya, bisa jadi keberadaan cloud hosting dan traditional hosting terasa tidak memiliki perbedaan. Padahal sejatinya buat para pebisnis terutama yang sudah mulai memijak skala menengah dan besar.

Keberadaan website yang menggunakan hosting di awan atau cloud hosting amat berpengaruh terhadap kinerja website itu sendiri. Seringkali hosting yang dikategorikan sebagai hosting tradisional masih menggunakan sejumlah mekanisme yang ‘dianggap’ belum terlalu cepat jika diperbandingkan dengan cloud hosting.

Lantas, kira-kira apa saja yang menjadi titik perbedaan dari cloud hosting dan hosting tradisional? Mari disimak kutipan dari Opus Interactive berikut ini.

Traditional Hosting

cloud hosting

Cloud vs Dedicated pic: webhosting UK

Secara teknis, keberadaan hosting tradisional masih dibagi menjadi dua lagi, yakni shared dan dedicated. Dimana keberadaan shared hosting biasanya akan membayar jasa hosting tersebut menggunakan satu server yang diperuntukkan bagi banyak klien. Umumnya masih dipergunakan oleh para pebisnis dan pemilik website kelas kecil hingga menengah.

Di sisi lain keberadaan dedicated hosting biasanya dipergunakan bagi para pebisnis dan enterprise yang sudah berskala relatif besar. Mereka sanggup untuk membayar sejumlah uang demi mendapatkan hosting yang dipakai sendiri dan tidak dibagi dengan orang lain. Mungkin analoginya cukup mirip dengan kamar kosan yang dipakai beramai-ramai dan dipakai sendiri.

Baik bagi dedicated maupun shared hosting, menggunakan mekanisme kerja yang sama. Dimana keberadaan shared hosting dan dedicated menggunakan komputer, RAM dan drive space yang sama. Jauh berbeda dengan cloud hosting.

Bagi para pemilik usaha maupun website, umumnya hosting tradisional akan cocok untuk skala kecil dan menengah karena umumnya bandwidth flownya bisa ditebak dan lebih predictable. Maka agak mustahil untuk menggunakan hosting ini.

Cloud Hosting

cloud hosting

Cloud vs Dedicated pic: PSYCHZ

Masuk ke era yang lebih advance, saat komputer personal dan server yang konvensional sudah agak kurang memadai untuk menjadi persinggahan para pemilik website, muncullah yang disebut sebagai cloud hosting.

Cloud hosting merupakan mekanisme hosting menggunakan metafora dari internet yakni ‘awan’. Para perusahaan atau pemilik website kemudian mendapatkan virtual space on demand. Bukan hanya menggunakan satu server khusus saja. Hosting ini menggunakan serangkaian server yang terintegrasi satu sama lainnya, sehingga Anda tak perlu menggunakan satu server saja.

Salah satu manfaat terbesarnya adalah bahwa Anda tak perlu khawatir kalau server Anda mengalami gangguan. Karena secara otomatis biasanya akan langsung dipindah ke server lain.

Enaknya penggunakan cloud hosting adalah bahwa selain bisa mengakomodasi bandwidth yang jauh lebih besar dan lebih cepat, hosting awan juga memungkinkan perusahaan untuk tidak hanya bergantung pada server fisik, alias in-house server hardware.

Perusahaan dari hosting awan memberikan jasa Infrastructure-as-a-Service alias SaaS, mereka menjalankan perannya, menerima request dan kemudian mendapatkan bayaran nyaris sama seperti perusahaan air tiap bulannya. Nah, Anda bisa mulai menggunakan cloud hosting dari Jagoanhosting pada link berikut ini supaya bisa lebih yakin dengan performa dan hosting awan ini.

Share:

Written by

The author didnt add any Information to his profile yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *